Saturday, 28 January 2012
Saturday, 21 January 2012
Bersekolah di Sekolah Nasional, Memiliki Ijazah Internasional?
Sekolah dengan plat "Internasional" bermunculan di kota-kota besar di Indonesia. Banyak sekolah berlomba-lomba menggapai status Nasional Plus atau bahkan Internasional untuk mendongkrak nama. Ada yang betul-betul berinvestasi pada gedung baru/perbaikan gedung, fasilitas sekolah baru, dan guru-guru yang memang berkompeten baik impor maupun lokal. Ada yang sekedar menggunakan buku-buku kurikulum internasional sehingga terlihat sudah memiliki konten internasional, namun tidak dibarengi dengan penggunaan tenaga guru-guru yang memang berkompeten dalam mengajar kurikulum internasional yang diadposinya.
Orang tua juga seperti berlomba-lomba menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah "Internasional" ini dengan harapan anak-anak bisa bersaing di dunia yang semakin global di masa depan. Namun, orang tua yang bijak tentunya perlu berhati-hati dalam memilih sekolah yang sesuai untuk anaknya dan juga sesuai dengan kantong orang tua murid. Opsi homeschooling juga perlu dipertimbangkan kalau memang keadaan mendesak (homeschooling pernah dibahas secara pada posting yang terdahulu).
Lantas bagaimana dengan anak-anak yang sudah bersekolah di sekolah Nasional dan dengan berbagai alasan tidak bisa pindah ke sekolah Internasional? Apakah hanya dibiarkan kehilangan kesempatan begitu saja?
Edumate International Tuition & Training Centre menjawab masalah ini dengan menyediakan tutor-tutor yang berpengalaman mengajarkan kurikulum internasional. Anak Anda tetap bisa bersekolah seperti biasa di sekolahnya, namun mendapat pelajaran tambahan yang bermuatan internasional di rumah ataupun di educentre kami, dan diarahkan untuk sanggup mengikuti ujian-ujian internasional seperti IPSLE, IGCSE, "A" Level, atau SAT.
Tentunya solusi begini bisa lebih menguntungkan karena anak Anda tidak kehilangan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar yang dia peroleh dari sekolah Nasional, dan tetap dapat bersaing di kancah Internasional.
Anak Anda juga dapat membandingkan kedua kurikulum dan akan timbul pengayaan pengetahuan dan budaya dalam dirinya karena keduanya akan saling melengkapi.
Orang tua juga seperti berlomba-lomba menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah "Internasional" ini dengan harapan anak-anak bisa bersaing di dunia yang semakin global di masa depan. Namun, orang tua yang bijak tentunya perlu berhati-hati dalam memilih sekolah yang sesuai untuk anaknya dan juga sesuai dengan kantong orang tua murid. Opsi homeschooling juga perlu dipertimbangkan kalau memang keadaan mendesak (homeschooling pernah dibahas secara pada posting yang terdahulu).
Lantas bagaimana dengan anak-anak yang sudah bersekolah di sekolah Nasional dan dengan berbagai alasan tidak bisa pindah ke sekolah Internasional? Apakah hanya dibiarkan kehilangan kesempatan begitu saja?
Edumate International Tuition & Training Centre menjawab masalah ini dengan menyediakan tutor-tutor yang berpengalaman mengajarkan kurikulum internasional. Anak Anda tetap bisa bersekolah seperti biasa di sekolahnya, namun mendapat pelajaran tambahan yang bermuatan internasional di rumah ataupun di educentre kami, dan diarahkan untuk sanggup mengikuti ujian-ujian internasional seperti IPSLE, IGCSE, "A" Level, atau SAT.
Tentunya solusi begini bisa lebih menguntungkan karena anak Anda tidak kehilangan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar yang dia peroleh dari sekolah Nasional, dan tetap dapat bersaing di kancah Internasional.
Anak Anda juga dapat membandingkan kedua kurikulum dan akan timbul pengayaan pengetahuan dan budaya dalam dirinya karena keduanya akan saling melengkapi.
Home Education
Apakah sekolah nasional plus ataupun internasional pasti memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak Anda?
Kalau anak Anda senang di sekolahnya dan Anda juga senang bahwa mereka bisa mencapai potensialnya, mungkin tidak ada alasan untuk mempertimbangkan home education. Namun, banyak anak-anak merasa bosan atau frustrasi di sekolah, dan sebagian bahkan berjuang untuk memahami apa yang diajarkan guru karena kecepatan belajar lebih ditentukan oleh penyelesaian kurikulum, guru dan teman sekelasnya. Tidak mungkin 30 anak atau lebih dalam satu kelas bisa belajar dengan cara yang sama dan kecepatan yang sama, dan pekerjaan guru sudah cukup sulit dan menyita waktu, sehingga kurang bisa memberi perhatian individual kepada tiap-tiap murid.
Kalau anak Anda senang di sekolahnya dan Anda juga senang bahwa mereka bisa mencapai potensialnya, mungkin tidak ada alasan untuk mempertimbangkan home education. Namun, banyak anak-anak merasa bosan atau frustrasi di sekolah, dan sebagian bahkan berjuang untuk memahami apa yang diajarkan guru karena kecepatan belajar lebih ditentukan oleh penyelesaian kurikulum, guru dan teman sekelasnya. Tidak mungkin 30 anak atau lebih dalam satu kelas bisa belajar dengan cara yang sama dan kecepatan yang sama, dan pekerjaan guru sudah cukup sulit dan menyita waktu, sehingga kurang bisa memberi perhatian individual kepada tiap-tiap murid.
Juga bisa terjadi anak-anak menjadi sensitif karena mungkin sudah sering disakiti dengan diejek atau dibuat merasa tidak kompeten dengan berbagai cara oleh teman-temannya. Dalam kasus begini, Edumate International Home Schooling bisa memberikan alternatif praktis menggantikan sekolah.
Apapun alasannya untuk mendidik anak di rumah, Anda perlu pastikan bahwa mereka mendapatkan pendidikan terbaik agar mereka bisa mengikuti ujian-ujian di luar lingkungan sekolah tradisional, termasuk yang bersifat internasional seperti IPSLE, IGCSE, "A" Level, SAT.
Why choose Edumate International Home Schooling?
Kami spesialis dalam kurikulum Internasional dan dalam mempersiapkan murid-murid menghadapi ujian IPSLE, IGCSE, "A" Level, atau SAT.
Anak Anda bisa mendapatkan pendidikan berkurikulum dan bertaraf internasional dengan biaya yang relatif lebih terjangkau daripada mengirim mereka ke sekolah internasional.
Banyak murid-murid yang mempunyai pengalaman tidak enak mengenai belajar di sekolah dan motivasi belajar menurun karenanya. Padahal proses belajar seharusnya tidak susah dan membosankan. Kami berusaha membuat proses belajar mengajar di Edumate International Homeschooling suatu pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat. Setiap pelajaran dirancang oleh pakar di bidangnya, dan kami memastikan team kami bisa dihubungi untuk membantu anak-anak Anda.
Anak Anda bisa mendapatkan pendidikan berkurikulum dan bertaraf internasional dengan biaya yang relatif lebih terjangkau daripada mengirim mereka ke sekolah internasional.
Banyak murid-murid yang mempunyai pengalaman tidak enak mengenai belajar di sekolah dan motivasi belajar menurun karenanya. Padahal proses belajar seharusnya tidak susah dan membosankan. Kami berusaha membuat proses belajar mengajar di Edumate International Homeschooling suatu pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat. Setiap pelajaran dirancang oleh pakar di bidangnya, dan kami memastikan team kami bisa dihubungi untuk membantu anak-anak Anda.
Monday, 16 January 2012
HOTS (higher order thinking skill)
HOTS (higher order thinking skill) bergeser dari skill tipe pengetahuan umum ke thinking skills seperti : sintesa, analisa, bernalar, pemahaman, aplikasi, evaluasi. Daripada menekankan pada aktivitas pelatihan dan pengulangan, fokusnya lebih kepada problem solving dan thinking skills yang lebih tinggi levelnya. Walaupun banyak anak yang punya masalah ketidakmampuan belajar/learning-disabled diajari lebih banyak pelatihan dan pengulangan, ada riset yang hasilnya tidak memihak pada cara pelatihan/pengulangan ini tetapi justru menemukan bahwa cara HOTS lebih berguna. Anak yang learning-disabled biasanya lemah memorinya, maka dari itu bisa diuntungkan dengan cara belajar HOTS yang mengembangkan thinking skills, yang mengajari mereka bagaimana menjadi problem solvers. HOTs dirancang untuk mengembangkan dan meningkatkan pengembangan kognitif.
Alih-alih bertanya apa, HOTS bertanya seperti: apa dampak dari...., jelaskan mengapa......, evaluasi signifkasi dari......, mengapa Anda berpikir bahwa......dll.
Singapore Maths 2
Metode Singapore Maths kurang berfokus pada hafalan/cara mengerjakan soal dan lebih berfokus pada cara membuat murid mengerti hubungan antara bilangan-bilangan.
Oleh gurunya, murid-murid diperkenalkan pada contoh konkrit seperti blok dan dadu dalam penjelasan konsep matematika. Singapore Maths berfokus pada pembuatan model dan penyelesaian masalah (problem solving) dengan gambar/piktorial sebelum berpindah pada yang lebih abstrak.
Biasanya di negara-negara lain, pada tingkat rendah atau angka-angka kecil, guru-guru memang menggunakan contoh-contoh konkrit untuk menjelaskan misalnya konsep penjumlahan/pengurangan, namun segera berpindah ke bentuk abstrak pada tingkat yang lebih tinggi/rumit atau angka-angka yang lebih besar, sehingga piktorial/modeling terabaikan, padahal piktorial/model adalah cara yang sangat bagus untuk menjembatani antara bentuk konkrit dan abstrak. Ini sebenarnya cara terbaik seorang anak belajar. Sayangnya jaman dulu kita tidak diajari dengan cara begitu. Bahkan banyak sekolah di Amerika Serikat telah mengimplementasi metode Singapore Maths ini ke dalam kurikulum mereka.
Dalam Singapore Maths, konsep-konsep penting dibangun lebih dulu, jadi tidak terlalu membuang waktu untuk mengajarkan kembali konsep-konsep kunci setiap memulai pelajaran baru.
Dalam program ini, siswa-siswa mengerti konsep-konsep matematika dan membuat hubungan antara bilangan, belajar bagaimana melakukan mental calculation dan sebagai hasilnya bisa mengurangi pengulangan konsep. Cara lama biasanya mengajarkan topik per topik secara terpisah, dan soal-soalnya tidak ada saling keterkaitan atau pengulangan sampai menjelang Ujian Semester.
Fakta bahwa program ini merepresentasi topik matematika dari konkrit ke piktorial ke abstrak yang membuat banyak guru menyambut antusias program ini di banyak negara, termasuk Amerika Serikat.
Para siswa diberi visual tools yang baik, seperti number bonds dan bar models yang secara visual menjelaskan hubungan antara bilangan-bilangan. Murid-murid terus-menerus ditantang untuk betul-betul berpikir saat mereka mengerjakan soal, dan karena tidak boleh/bisa langsung "masuk rumus", maka akan dapat menstimulasi otak mereka.
Metode ini pertama diciptakan di Singapura di awal tahun 1980-an ketika negara tersebut memutuskan untuk berhenti mengimpor buku teks dari negara lain dan membentuk kurikulum mereka sendiri yang berfokus pada problem solving.
Di tahun 1992, diciptakan edisi kedua yang berfokus lebih kuat lagi pada problem solving menggunakan model drawing sebagai metode problem solving. Ketika Singapura mulai memimpin dunia dalam pendidikan matematika dasar di tahun 1995, negara-negara lain mulai melirik dan mengimpor buku-buku matematikanya.
Metode ini memungkin murid-murid belajar dengan kecepatan mereka masing-masing. Ini memungkinkan murid-murid membangun fondasi kuat dalam skill matematika dasar untuk bekal problem yang lebih kompleks nantinya. Pada kelas 4, 5, dan 6 kecepatannya bisa diakselerasi karena kerumitan masalah ditingkatkan juga.
Guru-guru dan para kepala sekolah yang telah berpindah ke metode Singapore Maths ini menemukan bahwa cara belajar yang hands-on membuat murid mengerti konsepnya lebih cepat, dan meningkatkan pengertian dan kemampuan memecahkan masalah siswa.
Untuk SD tingkat rendah, daripada membuat murid-murid melototi flashcards atau soal-soal di buku saja, seorang guru bisa menggunakan blok-blok untuk mengilustrasikan konsep penjumlahan dan pengurangan dasar. Kemudian sang guru bisa implementasikan ke word problems, yang akan gampang diselesaikan siswa-siswa.
Untuk SD tingkat lebih tinggi, soal-soal yang biasanya harus dikerjakan dengan aljabar yang melibatkan abstraksi yang rumit (dan oleh karenanya aljabar hanya mulai diperkenalkan pada tingkat SMP), dengan model-drawing bisa diselesaikan dan dimengerti oleh anak SD kelas 4 sampai 6.
Untuk SD tingkat lebih tinggi, soal-soal yang biasanya harus dikerjakan dengan aljabar yang melibatkan abstraksi yang rumit (dan oleh karenanya aljabar hanya mulai diperkenalkan pada tingkat SMP), dengan model-drawing bisa diselesaikan dan dimengerti oleh anak SD kelas 4 sampai 6.
Thursday, 1 December 2011
Singapore Maths
Kurikulum Singapura dengan keunikannya Matematika Singapura yang telah mengantar Singapura menjadi negara nomor satu dalam rating TIMSS dan PISA, dua organisasi independen internasional yang mengukur keberhasilan pengajaran matematika dan sains di semua negara yang diteliti.
Matematika Singapura adalah sebuah metode pengajaran yang dikembangkan dari matematika heuristik di mana pemecahan masalah yang diutamakan dalam proses belajar siswa. Lebih dikenal dengan nama Singapore Maths, Matematika metode Singapura ini telah diakui di seluruh dunia sebagai metode yang telah mengantar Singapura ke ranking puncak pada TIMSS dan PISA, yang bermakna siswa-siswa Singapura secara umum (bukan individual) lebih menguasai kedua mata pelajaran dengan baik dibanding negara-negara lain. Banyak negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Belanda mulai mengadopsi Singapore Maths dalam pengajaran matematika di negara mereka masing-masing.
Para pakar pendidikan Negeri Belanda yang sebetulnya sudah memiliki metode mereka yang juga terkenal sedunia yaitu Realistisch Rekenen atau RME (Realistic Mathematics Education) sejak tahun 70-an dan juga mulai diadopsi dan diterapkan di beberapa sekolah di Indonesia melalui PMRI, juga masih mau belajar Singapore Maths untuk memperkaya lebih jauh lagi pendidikan matematika di negaranya. Mereka mengundang DR Yeap Ban Har dari Marshall Cavendish Institute, Singapura yang menyediakan materi Singapore Maths untuk mengajari mereka.Singapore Maths. Bahkan ada yang menejermahkan buku-buku Singapore Maths ke dalam bahasa Belanda (singaporerekenen.nl).
Sejarah Edumate International
Edumate International didirikan pada tahun 2010 oleh Mr William W. Lee dari Singapura, seorang yang telah melanglang buana dalam perjalanan karirnya dan sudah lama memperoleh status Permanent Resident di Singapura namun merasa terpanggil untuk menyediakan pendidikan bertaraf internasional secara non-formal dengan biaya yang relatif terjangkau di negeri kelahirannya, Indonesia. Saat ini selain anak usia sekolah yang belajar di Edumate International, guru-guru sekolah dan les privat yang ingin mengajar di sekolah internasional ataupun menguasai bahan-bahan mata pelajaran kurikulum internasional juga menjalani pelatihan di sana.
Kembali ke Medan sejak pertengahan 2008, Mr William mulai mengajar mata kuliah IT dan Matematika di ITNB, sebuah perguruan tinggi terkenal yang bermedia bahasa Inggris di Medan. Tak lama kemudian, juga mulai mengajar IT dan Matematika di salah satu sekolah bertaraf internasional, Singapore Piaget Academy Medan. Oleh karena kesibukan mengajar di berbagai tempat, Mr William akhirnya memilih berkonsentrasi penuh di Edumate International mulai Juli 2011.
Sebagai seorang dosen, Mr William mengantongi gelar S1 dari Binus University, Jakarta dan S2 dari University of Ballarat, Australia, serta aktif mengikuti berbagai pelatihan dan seminar di luar negeri maupun dalam negeri.
Belakangan, beliau lebih aktif terlibat melatih para guru dan tutor yang mau mengajar di sekolah internasional ataupun menguasai mata pelajaran kurikulum internasional agar bisa memberi les privat kepada murid-murid sekolah Internasional. Spesialisasinya adalah kurikulum Singapura dengan keunikan Matematika Singapura yang telah mengantar Singapura menjadi negara nomor satu dalam rating TIMSS dan PISA, dua organisasi independen internasional yang mengukur keberhasilan pengajaran matematika dan sains di semua negara yang diteliti.
Saat ini, Edumate International menerapkan metode bimbingan yang sangat memperhatikan rasio tutor terhadap murid agar setiap murid secara individual memiliki kesempatan untuk bertanya dan mendapat perhatian yang cukup. Untuk keterangan lebih lanjut, bisa dilihat di www.edumate.cc
Kembali ke Medan sejak pertengahan 2008, Mr William mulai mengajar mata kuliah IT dan Matematika di ITNB, sebuah perguruan tinggi terkenal yang bermedia bahasa Inggris di Medan. Tak lama kemudian, juga mulai mengajar IT dan Matematika di salah satu sekolah bertaraf internasional, Singapore Piaget Academy Medan. Oleh karena kesibukan mengajar di berbagai tempat, Mr William akhirnya memilih berkonsentrasi penuh di Edumate International mulai Juli 2011.
Sebagai seorang dosen, Mr William mengantongi gelar S1 dari Binus University, Jakarta dan S2 dari University of Ballarat, Australia, serta aktif mengikuti berbagai pelatihan dan seminar di luar negeri maupun dalam negeri.
Belakangan, beliau lebih aktif terlibat melatih para guru dan tutor yang mau mengajar di sekolah internasional ataupun menguasai mata pelajaran kurikulum internasional agar bisa memberi les privat kepada murid-murid sekolah Internasional. Spesialisasinya adalah kurikulum Singapura dengan keunikan Matematika Singapura yang telah mengantar Singapura menjadi negara nomor satu dalam rating TIMSS dan PISA, dua organisasi independen internasional yang mengukur keberhasilan pengajaran matematika dan sains di semua negara yang diteliti.
Saat ini, Edumate International menerapkan metode bimbingan yang sangat memperhatikan rasio tutor terhadap murid agar setiap murid secara individual memiliki kesempatan untuk bertanya dan mendapat perhatian yang cukup. Untuk keterangan lebih lanjut, bisa dilihat di www.edumate.cc
Subscribe to:
Posts (Atom)